BBRMP Gorontalo Koordinasi dengan BWS Sulawesi II Perkuat Irigasi dan Antisipasi Kekeringan
Menghadapi potensi kekeringan serta memastikan ketahanan air bagi sektor pertanian, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Gorontalo melakukan kunjungan koordinasi strategis ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II. Pertemuan yang berlangsung di Kantor BWS Sulawesi II ini membahas pengelolaan sumber daya air, khususnya optimalisasi sistem irigasi untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Provinsi Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa luas lahan pertanian di Provinsi Gorontalo diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu hektare yang tersebar di berbagai daerah irigasi (DI). Kondisi ini menjadikan ketersediaan infrastruktur sumber daya air dan jaringan irigasi sebagai faktor krusial dalam menjaga stabilitas produksi serta produktivitas pertanian di daerah. Sebagai langkah konkret, BBRMP Gorontalo juga menyerahkan dokumen identifikasi kebutuhan pengairan pada lahan sawah irigasi untuk menjadi bahan kajian bersama dalam upaya penguatan pengelolaan air pertanian.
Pihak BWS Sulawesi II menjelaskan bahwa pola curah hujan di wilayah Gorontalo umumnya menunjukkan puncak musim hujan terjadi pada bulan Maret yang kemudian diikuti oleh periode kering. Oleh karena itu, pengelolaan dan distribusi air irigasi perlu dilakukan secara tertib dan terencana agar kebutuhan air bagi lahan pertanian, baik di wilayah hulu maupun hilir, dapat terpenuhi secara merata.
“Kami mengimbau kepada seluruh petani dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga ketertiban penggunaan air irigasi. Hindari penyedotan air secara langsung menggunakan pompa dari saluran irigasi karena praktik tersebut berpotensi mengurangi aliran air ke wilayah hilir,” tegas Kepala BWS Sulawesi II.
Selain itu, BWS Sulawesi II juga menyampaikan rencana kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi yang akan dilaksanakan pada tahun ini, di antaranya pada Daerah Irigasi (DI) Lomaya tepatnya di Desa Pauwo dan Desa Bubeya, DI Paguyaman pada Jaringan Primer Tiohu dan Asparaga, serta DI Randangan di Desa Ayula dan Desa Sukamakmur.
Melalui koordinasi ini diharapkan dokumen identifikasi kebutuhan pengairan yang telah disampaikan dapat menjadi acuan dalam memperkuat kolaborasi antara BBRMP Gorontalo, BWS Sulawesi II, serta para pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi dampak kekeringan, menjaga keberlanjutan sektor pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Gorontalo.